
Kamis, 27 Februari 2023, Fakultas Pertanian Universitas Medan Area mengadakan Seminar dan Campus Tour, Microgreen sebagai teknologi Modern Budidaya Lahan Sempit, (Urban Farming). Rektor Universitas Medan Area, Bapak Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng, M.Sc., memberikan sambutan sekaligus membuka acara tersebut, beliau menyambut hangat siswa SMA/SMK serta Bapak/Ibu pendamping. Dalam sambutannya, Universitas Medan Area sebagai Perguruan Tinggi Swasta terbaik di Sumatera Utara yang memiliki 8 Fakultas dan 25 Program Studi, kami selalu berusaha untuk menjadikan UMA sebagai pusat peradaban pendidikan dengan fokus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan ilmiah dengan membahas isu-isu kontemporer yang berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti halnya kegiatan seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian hari ini berkaitan dengan Teknologi Modern Budidaya Pertanian di Lahan sempit. Sebuah topik yang relevan ditengah padatnya populasi penduduk perkotaan pada satu sisi, serta minimnya lahan pada sisi yang lain. Seminar ini dihadiri dari beberapa SMA dikota Medan yaitu: SMA Swasta Utama Medan, SMK N 1 Percut sei tuan, SMA Budisatrya, SMA swasta Prayetna, SMA AL- Hidayah Medan, SMA N 1 Percut sei tuan, SMA Budi Agung, SMA Islam Al-Ulum Terpadu, SMA Nurul Iman Tanjung Morawa,
Dr. Siswa Panjang Hernosa, SP., M.Si, selaku Dekan Pertanian UMA, memperkenalkan Fakultas Pertanian kepada para Siswa/siswi dan Bapak/Ibu guru pendamping, yaitu Fakultas Pertanian Universitas Medan Area saat ini memiliki 2 (dua) program studi yang sudah terakreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Republik Indonesia. Adapun program studinya yaitu Prodi Agribisnis dan Agroteknologi, serta memiliki staf pengajar 8 (delapan) Guru besar/Profesor dan 7 (tujuh) Doktor selebihnya bergelar Magister. Dekan juga menjelaskan mengapa mililih jurusan pertanian itu penting, Pada tahun 2050, populasi global mencapai 9 miliar orang, dan mereka semua harus diberi makan. Pertumbuhan populasi ini akan membawa peluang bisnis nyata di tahun-tahun mendatang bagi para petani muda untuk masuk dan meningkatkan produktivitas melalui penelitian, teknologi, dan metode yang ditingkatkan. Bahwa sektor pertanian 4 kali lebih efektif dalam mengurangi kemiskinan dibandingkan dengan sektor pekerjaan lain di dunia. PDRB, Kesempatan Kerja, Pola konsumsi, Ekspor hasil pertanian, katup pengaman pada Krisis ekonomi Indonesia. Fakultas Pertanian telah meraih beragam prestasi dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Ibu Prof. Dr. Ir. Suswati, MP, selaku narasumber pada acara ini, dengan jelas memaparkan Microgreen sebagai teknologi Modern Budidaya Lahan Sempit. Microgreens adalah bibit sayuran yang dipanen masih sangat muda, berkisar 7-14 hari setelah persemaian dan muncul daun mudanya. Microgreens ini dapat secara langsung dikonsumsi tanpa diolah atau dimasak, sehingga kesegaran sayuran setelah panen dapat langsung dirasakan konsumen. Beliau membawa langsung tanaman-tanaman microgreen yang sudah ditanam dalam wadah micro. Dengan demikian antusias siswa/siswi dalam menyimak pemaparan narasumber berlangsung dua arah, dan dilanjutkan dengan sesi diskusi, demonstrasi drone, Virtual reality (VR), pengenalan alat dan bahan laboratorium pertanian serta tour kampus. (Dekan FP).

