Irigasi Rusak . . . ?
sampai waktu ini, sejumlah subak pada Kabupaten Gianyar, Bali masih belum mempunyai asal air lancar buat pengairan.
Pasalnya, kala musim hujan lalu, banyak merusak saluran irigasi.
agar tanah pertanian tidak terbengkalai sebab tidak bisa ditanami padi, Dinas Pertanian Gianyar pun mengimbau para petani sementara waktu waktu beralih ke tanaman palawija.
sesuai data Dinas Pertanian Gianyar, Senin 24 Januari 2022, kerusakan irigasi induk yg mengalami rusak parah akibat diterjang banjir terdapat di empat titik.
Mulai dari di Tampaksiring rusak menggunakan luas huma terdampak 26 hektar, jaringan induk Kulub Bawah, Sukawati 31 hektar, jaringan induk Uma Jika Desa Belega 30 hektar serta jaringan induk Pering menggunakan luas terdampak seluas 82 hektar.
berasal data tadi, terdampak paling parah terjadi pada Subak Kembang Kuning, di Tampaksiring terusan asal saluran irigasi Tampaksiring.
sebab pada sini, lahan basah yang mengandalkan air dari saluran tersebut sebesar kurang lebih 60 Hektar.
Dimana usia padi di sana saat ini baru berusia dua bulan, sebagai akibatnya sedang membutuhkan banyak air.
saat ini Distan Gianyar tengah mengupayakan pemugaran darurat.
Sementara itu di subak lainnya, kebetulan waktu ini akan memasuki masa tanam, sehingga buat mengantisipasi kerugian, petani diperlukan mengubah komoditi selain padi.
Kabid tanaman Pangan dan Holtikultura Distan Gianyar, Wayan Suarka, Senin 24 Januari 2022 membenarkan hal tersebut.
kata dia, meskipun sebelumnya pihaknya telah mendata kerusakan dan mengajukan perbaikan ke Dinas Pekerjaan awam Gianyar.
namun pemugaran saluran irigasi akan membutuhkan saat yg lama .
karena itu, dalam masa tanam yang akan tiba, pihaknya mengimbau untuk sementara saat membarui tanaman padi menggunakan palawija.
“karena akan memasuki masa tanam serta tidak terdapat air irigasi, maka kami sarankan buat berganti komoditas ke jagung atau kacang-kacangan,” ungkapnya.
kata beliau, tumbuhan jenis itu tetap mempunyai nilai irit.
“Nilai ekonomisnya permanen terdapat. Hanya saja, petani wajib balik belajar agar tidak rugi. tetapi dikarenakan tumbuhan jenis demikian tidak butuh poly air, sebagai akibatnya cocok ditanam sembari menunggu irigasi terselesaikan diperbaiki,” ungkapnya.
Secara umum , ungkapnya, target tanam padi pada Gianyar pada ekspresi dominan tanam di Desember-Januari 2022, sudah mencapai 3.000 hektar lebih pada semua Kabupaten Gianyar. “Melihat asal target tanam, sudah melebihi target berasal 3.012 hektar. ketika ini masih terdapat beberapa huma yg sudah siap tanam, sehingga target tanam dipastikan terlampaui. untuk kerusakan berat saluran irigasi tadi, Distan telah bersurat ke instansi yang menangani, supaya mendapat perbaikan. pengenalan kepada subak yg air irigasi mengalami kerusakan agar mengubah komoditas sebagian sudah kami lakukan,” tandasnya. (*)

