Mengingat luasnya lahan tidur pada Kabupaten Buton Utara, yang berpotensi menjadi lokasi peternakan sapi, Dinas Pertanian Butur akan menyiapkan bibit sapi buat grup warga peternak.
Bibit sapi itu, rencananya akan diminta ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) serta pemerintah sentra, menggunakan menyiapkan syarat-kondisi yang dibutuhkan.
“jikalau asal dinas belum. tapi kita mampu meminta di provinsi sama pada pusat menggunakan cara kita siapkan syarat-syaratnya,” istilah ketua Dinas Pertanian Butur, Ir. Yusuf, M.AP saat ditemui pada kediamannya, Rabu (26/1/2022).
Yusuf pertanda, mengapa belum disiapkan bibit sapi buat waktu ini, sebab prioritas pengembangan sapi itu artinya perencanaan aturan Pendapatan serta Belanja wilayah (APBD) 2022 yang direncanakan tahun 2021.
karena hal itu, Yusuf mengaku belum masuk di perencanaan, karena dia baru menjadi kepala Dinas Pertanian di September 2021, sementara planning Kerja pemda (RKPD) itu dari bulan Maret
Kendati demikian, setelah pengadaan sapi itu diusulkan kepada pihak Pemprov Sultra serta dikabulkan oleh Pemprov, lalu buat menyalurkan bantuan sapi kepada warga , mereka wajib siap.
“Jadi rakyat harus siap, harus siap kelompok, harus siap kelembagaannya,” kata Yusuf yang pula koordinator Nahdlatul Ulama Kabupaten Butur.
Yusuf mengaku, waktu ini yg dia lakukan ialah mengkampanyekan bahwa lahan tidur di bawah pohon kelapa mampu diintensifkan menggunakan ternak sapi.
Baca pula: setuju Hilangkan Batas Usia aporisma Cakades, Revisi Peraturan Daerah Desa Tunggu yang akan terjadi Fasilitasi Pemprov
“aku telah bertemu beberapa gerombolan di Labelete Kulisusu Utara, saya pula kemarin ke Jampaka, Lelamo pada rangka itu, bahwa coba kita bangun kesepakatan , siapa yang buat dawai? contohnya pemerintah desa atau rakyat sendiri yg swadaya. yang isi sapinya pemerintah provinsi atau asal sentra,” ujarnya.
Meski begitu, Dinas Pertanian Butur hanya menyampaikan bantuan bibit sapi pada masyarakat kelompok peternak. bantuan bibit sapi nantinya akan disalurkan kepada gerombolan peternak yg telah siap penangkarannya saja, itu merupakan keliru satu syaratnya. “Iya kelompok, tetap kelompok, akan tetapi tentu yang siap penangkarannya,” ucapnya.

