Peneliti berasal Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Ropiudin mengingatkan perlunya optimalisasi pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) buat sektor pertanian guna menaikkan yang akan terjadi pertanian dan kesejahteraan petani.
“Pemanfaatan EBT buat sektor pertanian bisa dioptimalkan termasuk pada tahun 2022 ini di tengah pandemi Covid-19,” pungkasnya di Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (22/dua/2022).
Peneliti senior laboratorium teknik sistem termal serta tenaga terbarukan Unsoed tadi menyebutkan sektor pertanian sangat banyak membutuhkan tenaga, mulai asal penyemaian benih, penanaman bahkan hingga pascapanen. “Ini berlaku tidak hanya di sektor pertanian tradisional tetapi juga pertanian terbaru, keduanya membutuhkan tenaga, termasuk buat pemeliharaan, pemanenan, pascapanen, pengolahan hasil pertanian serta sampahnya,” katanya.
dengan demikian, istilah dia, tenaga baru dan terbarukan merupakan sumber tenaga yang potensial serta wajib dikembangkan ke depan. sebab dapat berkontribusi positif pada banyak sektor esensial termasuk jua pertanian.
“Hal ini jua terkait erat dengan kebutuhan tenaga bersih dan tenaga yg terjangkau tentunya. sinkron dengan acara ekonomi hijau dan tenaga hijau, menjadi bagian asal transisi energi berkelanjutan,” katanya.
berdasarkan ketua Bidang Riset Aliansi Dosen Nahdlatul Ulama (Nahada) Jateng – DIY itu mengatakan selain buat sektor pertanian, energi baru dan terbarukan jua dapat dimanfaatkan secara optimal di sektor perikanan serta peternakan. “Bahkan pemanfaatan EBT di sektor-sektor ini sebagai perhatian dunia pada rangka mendukung target zero carbon dan dalam rangka mewujudkan tenaga bersih dan terjangkau,” ucapnya.
menggunakan mengoptimalkan pemanfaatan tenaga baru dan tenaga terbarukan dalam banyak sekali sektor penting, kata beliau, maka Indonesia ke depan mampu menjadi contoh pada pemanfaatan EBT.
sementara itu, pengajar besar Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Prof. Loekas Soesanto menambahkan bahwa EBT sangat efektif untuk menunjang sektor pertanian. “dengan memanfaatkan tenaga terbarukan, maka produktivitas akibat pertanian akan mengalami kenaikan karena stabilitas energinya akan terjaga sehingga perlu sosialisasi yang masif terkait hal ini,” ucapnya. berdasarkan dia, peningkatan akibat panen serta porto produksi yg minimal akan menyejahterakan petani sekaligus mendukung upaya buat menjaga kestabilan ketersediaan pangan, terutama saat pandemi Covid-19, mirip kini ini.

