Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong rakyat pada Provinsi Aceh untuk berbagi konsep Integrated Farming sebagai konsep pertanian masa depan yg berkelanjutan. Konsep ini bahkan terbukti menguntungkan karena seluruh proses bertaninya saling berkaitan baik tanaman pangan juga peternakan.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan bahwa Provinsi Aceh selama ini ialah Provinsi fertile yang mempunyai potensi pertanian luar biasa, juga banyaknya sdm unggul yang tersebar di semua desa.
“Aceh itu cantik banget karena ada gunung, bukit serta laut. poly tempat yang tidak semua seperti Aceh. Ini karunia Allah yang luar biasa. sebab itu Aceh wajib juara besok. saya mau integrated Farmingnya ditingkatkan lagi karena konsep ini sangat menguntungkan,” ujar SYL di Gampong Blang Miro, Kecamatan Simpang 3, Kabupaten Aceh besar , Jumat, 4 Februari 2022.
sebagai isu, Provinsi Aceh waktu ini sedang berbagi konsep integrated farming pada sejumlah wilayah. sebagai rincian, ada 5005 ha tumbuhan padi dan 5000 ekor peternakan sapi. spesifik buat padi, penanaman IP300 dilakukan pada lahan seluas 2.805 ha serta IP400 di huma dua.200 ha.
“oleh karena itu, integrated farming wajib terus di plotong pada semua pelosok daerah. Soal modal, kita sudah siapkan Kredit usaha rakyat (KUR) pertanian. InsyaAllah tidak ada yg rugi sebab pertanian itu selalu menguntungkan. Jangan tunggu APBN dan APBD karena kini terdapat KUR. mari kita pinjam,” pungkasnya.
Dikatakan SYL, pengembangan integrated farming pada Provinsi Aceh sejauh ini semakin berkembang pesat. Hal ini terjadi karena pemerintah selalu hadir pada Tengah-tengah kesulitan petani.
“aku berterimakaih pada Pak Gubernur serta Pak Bupati sebab pemerintahanya hadir dan berpihak di rakyatnya. dan itu terbukti, dimana integrated farming dan pertanian secara keseluruhan pada Aceh maju secara pesat,” ucapnya.
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah memberikan terimakasih sekaligus apresiasi yg luar biasa terhadap perhatian Mentan SYL di sektor pertanian Aceh. Menurutnya, dukungan Mentan terhadap kemajuan Aceh terlihat konkret dari banyaknya program serta bantuan yang diterimanya selama ini.
“sudah aku cek datanya dan ternyata 80 persen pertumbuhan ekonomi yg begitu tinggi itu berasal sektor pertanian. sang karena itu sesuai arahan pak Menteri kita mau lebih penekanan dan intensifikasi pada bidang pertanian termasuk konsep integrated farming,” katanya.
Nova mengatakan, donasi pemerintah sentra melalui Kementerian pertanian selama ini membuat para petani perlahan akan tetapi pasti makin sejahtera. Hal ini terlihat berasal peningkatan NTP Provinsi Aceh berasal yg tadinya 95 % semakin tinggi jadi 105 persen.
“menggunakan demikian bisa kita baca trennya meningkat dan memang faktanya sektor pertanian naik terus, sehingga aku sepakat dengan pak menteri bahwa kita tidak boleh bergantung di dana pemerintah. kita skala ekonomi aja serta kita hitung kelayakannya. Termasuk pupuk, karena PIM sedang membangun pabrik baru, sebagai akibatnya kita tidak bergantung lagi kepada orang lain,” tutupnya. Perlu diketahui, Kementan memberikan donasi pada Provinsi Aceh sebanyak Rp 82,6 miliar. bantuan ini berbentuk bibit, benih serta sarana prasarana pertanian yang dapat menunjang peningkatan produksi tanaman pangan.(*)

