Startup pertanian ARIA mempertinggi efisiensi, produktivitas, dan hasil panen melalui penggunaan drone serta solusi Internet of Things (IoT).
Startup pertanian ARIA sudah meraih pendanaan tahap paling awal atau pre-seed series yang dipimpin oleh GK Plug and Play Indonesia dan East Ventures. Pendanaan tadi akan dimanfaatkan buat mencapai target perusahaan menjangkau 40 miliar hektar pasar potensial. Selain dari GK Plug and Play Indonesia serta East Ventures, investor lainnya seperti Triputra class, WareSix, serta teman class turut berpartisipasi dalam seri ini. Co-Founder serta CEO ARIA William Sjaichudin berkata, ARIA adalah startup pertanian menggunakan tujuan menaikkan efisiensi, produktivitas, dan yang akan terjadi panen melalui penggunaan drone serta solusi Internet of Things (IoT). ARIA jua menyediakan pencegahan serta prediksi solusi agrikultur pada para petani dan perkebunan skala besar .
ARIA juga memiliki visi menumbuhkan generasi petani belia milenial baru yang tech-savvy serta mampu berkompetisi pada taraf global. “Sangat krusial buat ARIA pada menghadapi regenerasi petani muda Indonesia, yg terkendala menggunakan keterbatasan lahan serta menderita sebab menjalani profesi dengan penghasilan rendah di seluruh Indonesia,” ucapnya pada siaran pers, hari ini (10/tiga).
lalu, perusahaan mempunyai misi memberikan agama diri kepada petani buat bertani, menaikkan kesejahteraannya, serta memastikan menaikkan keuntungan serta penurunan biaya operasional melalui peningkatan teknologi yg efisien. Melalui pendanaan termin awal ini, ARIA akan menyebarkan jaringan infrastruktur dan secara cepat membentuk titik distribusi pada 17 cabang di seluruh Indonesia. Ini buat memenuhi target menjangkau 40 miliar hektar pasar potensial ARIA.
Investor mereka GK Plug and Play ialah platform inovasi dunia yg memiliki misi buat membantu inovasi serta kolaborasi antara korporasi serta startup yg berkiprah pada bidang digital. Platform yg bermarkas sentra di Silicon Valley ini hadir pada Indonesia di 2016.
di Indonesia, GK Plug and Play memfokuskan diri di beberapa industri mirip layanan keuangan, industri keberlanjutan, pangan, hingga pertanian. Sedangkan investor lainnya East Ventures telah mendukung lebih berasal 200 perusahaan di Asia Tenggara. Selain itu, menjadi pelopor kapital ventura di Indonesia.
“Kami percaya pentingnya berinvestasi pada perusahaan yg sempurna. tidak hanya buat mengejar profit, tapi juga menyampaikan akibat sosial dan lingkungan,” ujar Managing Partner East Ventures Roderick Purwana.

