buat menaikkan produktivitas pada Provinsi Jambi, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penilaian angka Kredit Pejabat Fungsional Penyuluh Pertanian, pada Aula Dinas tumbuhan Pangan, Hortikultura serta Peternakanan Provinsi Jambi, Kamis (17/3/2022).
Bimtek ini dihadiri sang 70 penyuluh pertanian yang asal dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi.
Bimtek diinisiasi para penyuluh serta tim penilai nomor kredit, didukung Instansi Pembina untuk Peningkatan Kapasitas Penyuluh pada mempertanggung jawabkan tugas yg diembannya pada Provinsi Jambi.
Bimtek yang digelar oleh Dinas tumbuhan Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi ini dibuka kepala Dinas tanaman Pangan, Hortikultura serta Peternakan Provinsi Jambi Akhmad Maushul, yg diwakili sang kepala UPTD training dan Penyuluhan Pertanian Ahmad Eferianda primer.
ia mengajak penyuluh buat mengikuti Bimtek dengan baik dalam rangka menaikkan kualitas diri buat menaikkan produktivitas pertanian melalui kinerja yg bisa dipertanggungjawabkan.
“Tingkatkan kemampuan dan kapasitas diri bila ingin kesejahteraannya meningkat melalui jalur jabatan fungsional dengan mampu sebagai agen pembangunan pertanian yg profesional buat mendongkrak produksi,” istilah Ahmad Eferianda.
kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan sumber Daya insan Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi berkata ada 3 agen primer pada pembangunan pertanian.
Yaitu, peneliti menjadi penghasil inovasi teknologi yang akan mampu mendongkrak produktivitas pertanian, petani yg akan mengimplementasikan inovasi teknologi buat menggenjot produksi dan penyuluh menjadi jembatan antara produk inovasi dengan petani sebagai implementor penemuan teknologi.
“Ketiga agen tadi wajib membekali diri dengan berbagai ilmu pengetahuan, menaikkan rencana intelektual serta persoalan-dilema teknis pembangunan pertanian, juga wajib dibarengi menggunakan sah aspek, payung hukum mengenai aktivitas kita, siapa kita, serta bagaimana kita,” lanjut Dedi.
“menjadi Jembatan Penyuluh wajib kuat dan kokoh, sebagai akibatnya proses transformasi produk inovasi teknologi akan berjalan baik serta peningkatan produksi akan tercapai,” ucapnya.
kepala sentra Penyuluhan Bustanul Arifin Caya menekankan agar para penyuluh mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan bisa melaporkannya dengan barang bukti yg benar.
“sehingga apa yang dikerjakan dilaporkan dan apa yg dilaporkan dikerjakan buat diajukan menjadi bukti kinerja yang akan dievaluasi sang tim penilai angka kredit,” ujarnya.
Materi Bimtek disampaikan oleh Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian pakar utama, sentra Penyuluhan BPPSDMP Kementan yang mengulas wacana payung aturan bagi pejabat fungsional Penyuluh Pertanian (Permenpan RB 35/2020) dan norma pengajuan DUPAK dan Proses Penilaiannya.
Nurjanah berharap, melalui Bimtek ini, kesejahteraan para penyuluh akan meningkat sebagai akibatnya bisa melaksanakan tugas menjadi jembatan yg kokoh buat mentransformasikan inovasi teknologi dari akibat para peneliti agar dapat diimplementasikan oleh petani yg di akhirnya bisa mendongkrak produktivitas pertanian.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan produksi artinya hal penting. “buat memenuhi kebutuhan pangan warga , peningkatan produksi menjadi hal yg harus dilakukan. sang karena itu, kita memberikan pengetahuan pada bagaimana mempertinggi produksi,” ungkapnya.

