Penyakit Cabai..
waktu ini sudah banyak penerangan mengenai cara budidaya cabai pada animo hujan. keliru satu tantangan budidaya cabe di tengah ekspresi dominan hujan adalah serangan hama serta penyakit yang dapat merusak pertumbuhan tanaman. agresi penyakit cabe di musim hujan tergolong lebih tinggi dibanding hama.
Penyakit cabe yg acapkali menyerang di isu terkini hujan adalah layu fusarium serta layu bakteri. Intensitas serangan kedua penyakit akan semakin tinggi ketika kondisi kelembapan tinggi yang notabene selalu terjadi saat curah hujan sedang tinggi.
agresi kedua penyakit tersebut menghasilkan petani wajib mengeluarkan porto ekstra untuk membeli pestisida. Pasalnya, penyakit harus segera ditangani menggunakan cara yang sempurna supaya tidak menyebabkan kerugian yang lebih parah.
Petani kerap menyiasati serangan kedua penyakit dengan memberikan naungan pada bedengan tumbuhan menggunakan menggunakan plastik bening transparan atau kain strimin. Terkadang, petani menggabungkan ke 2 naungan tersebut menggunakan memakai kerangka bambu yang dibuat berbentuk melengkung dan memanjang sepanjang bedengan cabai.
Kerangka didesain supaya tudung plastik mampu dibuka dan ditutup. Tudung plastik akan dibuka waktu siang hari, kemudian ditutup pada malam hari atau waktu hujan sedang turun. dengan adanya tudung plastik, petani mampu berhemat porto pestisida karena tudung tersebut bersifat mencegah agresi.
Meskipun sudah memakai tudung, petani pula permanen perlu menyemprotkan pestisida setiap satu minggu sekali untuk melindungi tanaman cabai dari layu bakteri dan layu fusarium.
Penanaman yang dilakukan di ekspresi dominan hujan jua harus memperhatikan taraf kepadatan tanam sebelum memindahkan bibit ke huma tanam. Populasi tanaman tak boleh lebih asal 17.000 tumbuhan per hektare. jarak tanam yang digunakan bisa berupa pola zig zag atau segitiga. Selama budidaya, tanaman cabe wajib dipelihara secara intensif supaya hasil yang didapatkan lebih optimal.
Biasanya, hasil panen pada musim hujan relatif lebih sedikit dibanding musim kemarau. namun, bobot butir yg didapatkan jauh lebih tinggi karena mengandung air lebih banyak. Meskipun begitu, risiko kerusakan pada butir yang dipanen di isu terkini hujan cenderung lebih tinggi sehingga perlu penanganan yg sahih.

