Budidaya Magot – Belakangan ini mulai banyak pembudidaya magot yang bermunculan pada global maya. intinya budidaya magot memang menguntungkan karena larva lalat ini mempunyai banyak manfaat. Mulai dari menjadi pakan ternak yang kaya protein hingga penyelamat lingkungan. Mungkin Anda yg belum mengenal magot bertanya-tanya bagaimana bisa ternak larva lalat yg identik pembawa penyakit mampu menjadi booming.
Apa itu magot ?
Magot adalah larva berasal serangga Hermetia illucens atau lebih dikenal menjadi black soldier fly (BSF). Sebelum dikenal menggunakan sebutan magot, larva ini dikenal dengan nama ‘belatung’. pada bahasa Inggris larva ini dikenal dengan kata ‘maggot’. tetapi, karena belatung mempunyai persepsi yg cenderung negatif, banyak pakar yg membedakan istilah buat larva serangga BSF dengan nama magot dan larva housefly (lalat rumah) menggunakan nama belatung.
intinya magot serta belatung memiliki fungsi yang tidak selaras. Belatung yang asal berasal lalat rumah berperan menjadi vektor penyakit. Adapun magot berperan menjadi agen perombak organik pada saat yang cukup cepat sehingga bisa mempertinggi kesuburan tanah.
Secara alami, populasi lalat BSF memang jarang ditemui karena tingginya predasi terhadap spesies ini sang semut. Itu sebabnya Anda jarang menemukan lalat BSF pada lingkungan kurang lebih, sedangkan lalat housefly sangat simpel ditemukan.
sehabis mengenal magot menggunakan baik, berikut adalah beberapa alasan banyak orang yang mulai tertarik mencoba budidaya magot.
Pakan cara lain yang unggul
Magot mengandung protein yang relatif tinggi 40–50 % sehingga bisa berperan sebagai sumber protein hewan buat ikan air tawar serta ternak. banyak orang yang membudidayakannya menjadi pakan cara lain yg unggul sebab magot memiliki masa hayati yang relatif lama lebih kurang 4 minggu. Selain itu, proses produksinya tidak memerlukan teknologi tinggi sehingga coock dilakukan di wilayah sentra perikanan buat menekan biaya produksi.
Agen biokonversi sampah organik Beberapa penelitian menyampaikan larva BSF bisa mereduksi sampah organik mencapai 66–79 persen. Laju konsumsi sampah sang larva BSF sangat bervariasi, bergantung pada jenis sampah, kadar air, jumlah larva, ukuran larva, dan suhu lingkungan. Sampah-sampah organik yg dikonsumsi sang magot akan berubah sebagai pupuk organik yang bisa dimanfaatkan buat tanaman. menggunakan begitu, magot mempunyai kiprah ganda, yaitu mengolah sampah organik dan membentuk pupuk organik.

