Peternak burung puyuh dapat memanfaatkan kulit buah naga buat mengobati burung puyuh dari agresi bakteri serta menaikkan bobot badan. buah naga ialah buah yg relatif praktis didapat menggunakan harga terjangkau. sang sebab itu, tidak sulit buat menerima ini Bila ingin dipergunakan sang peternak, apalagi masih sedikit orang yg memanfaatkan bagian buah ini.
yang akan terjadi pengujian memberikan semakin tinggi ekstrak kulit buah naga, akan meningkat juga daya hambatnya terhadap pertumbuhan Salmonella. Ekstrak kulit buah naga menggunakan kadar 5 % telah bisa merusak 6 mm pertumbuhan bakteri Salmonella penyebab diare yang sangat berbahaya buat ternak unggas.
Bakteri Salmonella menyerang unggas melalui pakan atau minuman yg telah terkotori. Diare bisa mengakibatkan kematian hingga 80 %. Selain itu, diare jua bisa menurunkan produktivitas unggas secara drastis, terutama buat puyuh yg masih berada di fase starter (dua–tiga bulan). sang sebab itu, penyakit ini dapat merugikan peternak Bila tidak ditangani dengan cepat.
tanda-tanda serangan diare bisa terlihat dari burung puyuh kedinginan serta terkulai lemah. Burung akan cenderung mendekat ke asal pemanas. Puyuh yg sedang sakit jua mengalami kehilangan cairan tubuh berkepanjangan.
Selama ini peternak memakai antibiotik yg diberikan melalui air minum. namun, penggunaan antibiotik telah dilarang sejak 2009 serta berlaku di awal 2018. menggunakan begitu, ini mampu menjadi solusi bagi peternak untuk mengatasi penyakit yang bisa mengakibatkan kerugian.
Penambahan ekstrak buah naga ke air minum bisa menghasilkan warna air berubah, tetapi perubahan tadi tidak memengaruhi kesukaan burung puyuh. software ekstrak kulit buah naga menunjukkan akibat yg positif. angka kematian burung puyuh menurun jadi 1,6 persen.
Ekstrak kulit buah berwarna merah ini tidak hanya mampu melindungi burung berasal diare, tapi jua mampu menambah bobot burung sebanyak dua,83 gr per ekor per hari. Khasiat ekstrak tersebut disebabkan oleh kulit buah naga mengandung senyawa aktif mirip flavonoid, steroid, triptrenoid, dan saponin. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi sebagai antibakteri serta antioksidan.

