Pestisida Alami – tanaman ruku-ruku atau dikenal juga menjadi kemangi/selasih ungu ialah tumbuhan semak yang tumbuh semusim. tumbuhan ini mempunyai aroma spesial yg keluar asal daunnya. biasanya, ruku-ruku ditemui hidup liar pada daerah kemarau. galat satu manfaat tanaman liar ini adalah mengusir hama karena bisa diolah sebagai petisida alami yang safety buat tumbuhan.
Daun tanaman ruku-ruku bisa digunakan buat mengendalikan tikus karena dapat menyebabkan penurunan bobot tubuh, menurunkan laju pertumbuhan, kehilangan berat, dan memunculkan tanda-tanda gangguan nutrisi. dampak samping tadi ditimbulkan oleh kandungan tannin serta eugenol pada tanaman yg menyebabkan kerusakan di hepar dan organ pencernaan.
Melansir dari ditjenbun.pertanian.go.id, anugerah eugenol sebesar 400–600 mg/Kilo Gram berat badan dapat menyebabkan kerusakan pada sel hepatosit tikus. Tannin berperan menjadi pertahanan tanaman terhadap binatang dengan cara memengaruhi sistem pencernaan. Hal ini sebab tannin dapat mengikat protein pada sistem pencernaan yg diharapkan oleh hewan buat pertumbuhan. menggunakan begitu, proses penyerapan protein di dalam sistem cerna terganggu.
Adapun kandungan metil eugenol yg dimiliki sang tanaman ruku-ruku berfungsi sebagai atraktan yg memicu terbentuknya feromon untuk korelasi seksual lalat butir. Atraktan tadi berguna buat mengendalikan hama lalat buah melalui 3 cara, yakni mendeteksi populasi lalat buah, menarik lalat buah ke dalam perangkap, serta mengacaukan lalat butir saat melakukan perkawinan.
Pestisida alami yang terbuat asal ruku-ruku tidak mampu pribadi membunuh hama, namun bisa memundurkan masa kawin lalat butir. menjadi perangkap, metil eugenol bisa diletakkan pada pada botol mineral yg bagian dasarnya telah diberikan air. pemberian air berfungsi buat mencegah lalat terbang.
Pengendalian lalat buah dengan metil eugenol dievaluasi ramah lingkungan karena tidak menyebabkan kontaminasi pada tumbuhan. Metil eugenol di pada tumbuhan ruku-ruku dapat menangkap 376 ekor lalat buah, sedangkan pestisida komersial hanya mampu menangkap 105 ekor lalat buah. Insektisida yg terbuat asal tumbuhan ruku-ruku jua mengandung bahan aktif eugenol yg bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan hama penggerek buah kakao, penggerek butir kopi, serta penggerek pucuk pada tanaman tebu.

