Ketumbar jawa (Eryngium foetidum) seringkali disebut oleh warga Sunda menggunakan nama katuncar walanda, katuncar walang, walang geni, serta walang katuncar. sementara itu, masyarakat Jawa tak jarang menyebutnya menggunakan sebutan jintenan, ketumbar landa, katumbar mungsi, serta tumbaran.
tanaman ini dapat Anda gunakan menjadi pencuci rambut atau keramas. Bagian yg dimanfaatkan adalah daun tanaman yg mengandung besi, karoten, riboflavin, kalsium, saponin, flavanod, alkaloid, tannin, antrakuinon, cardiac glycosides, dan terpene.
Cara penggunaannya cukup mudah. Anda hanya perlu meremas beberapa helai daun di dalam air hingga air tersebut berbuih. sesudah itu, balurkan buih tersebut ke rambut seperti menggunakan sampo, lalu cuci rambut hingga higienis. Cara ini terbilang efektif dan safety buat Anda gunakan ketika sedang berkegiatan di alam bebas. Mengingat ketumbar jawa artinya tanaman sehingga tidak akan mencemari sungai serta lingkungan.
Daun ketumbar jawa tersusun pada roset, berbentuk memanjang mirip tombak sungsang dengan panjang yang mencapai 30 cm serta lebar 4 cm. Bagian tepi daunnya bergerigi, daunnya berwarna hijau muda berkilau. Perbungaan tanaman panjangnya mencapai 30—40 cm menggunakan berukuran bunga yang kecil-mungil.
Selain buat keramas, tumbuhan juga bisa Anda gunakan buat mengatasi luka atau borok. Caranya, tumbuk daun kemudian tapalkan ke bagian luka atau borok.
Ramuan berasal dari daun ini juga dapat memberikan imbas antiinflamasi waktu digunakan secara berkaitan dengan mulut. Selain membersihkan rambut dan merawat luka, sebetulnya ini juga bisa Anda manfaatkan menjadi teh untuk mengobati diare, flu, demam, muntah, diabetes, dan sembelit. di India, tumbuhan ini tak jarang digunakan buat meredakan sakit perut.
tanaman ketumbar jawa yg merupakan herba dengan akar tunjang serta dapat mengeluarkan aroma yang kuat waktu diremas mempunyai sifat antikonculsan, impak antiinflamasi serta analgesik, sampai antibakteri terhadap Salmonella serta Erwinia. hingga ketika ini belum ditemukan literatur yg membahas terkait dampak samping serta kontraindikasi penggunaan ketumbar jawa menjadi obat herbal. tetapi, jangan konsumsi tanaman secara hiperbola pada jangka waktu yang lama buat menghindari imbas samping.

