Mulsa Plastik – Petani di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur memanfaatkan mulsa yang seringkali digunakan buat budidaya berbagai komoditas hortikultura pada lahan tanaman porang. Selama ini umumnya petani porang bertanam tanpa mulsa. Penggunaan mulsa memang menghasilkan petani harus mengambil kocek lebih dalam buat kapital awal budidaya porang.
agar mulsa lebih tahan lama , mulsa dipasang terbalik. selesainya mulsa terpasang pada atas bedengan, mulsa dilubangi buat bertanam menggunakan diameter 15 cm serta lubang buat pupuk 10 cm. jeda tanam porang yang dipergunakan 30 centimeter × 30 cm.
Mulsa dapat dipergunakan buat mengurangi pertumbuhan gulma. Selain itu, mulsa menjaga nutrisi pada pada tanah sebab pemupukan terfokus pada tumbuhan. eksistensi mulsa bisa melindungi bedengan berasal sirkulasi air ketika hujan deras. Manfaat ini sangat berguna pada huma yg berada di daerah terasering.
Ternyata, penggunaan mulsa terbukti efesien buat memangkas porto perawatan. Bila tanpa mulsa, pekebun wajib melakukan penyiangan gulma sebesar 3–4 kali pada satu musim atau selama enam bulan. Satu kali penyiangan membutuhkan tenaga kerja 4 orang selama tiga–4 hari kerja untuk menyiangi satu hektare lahan. porto tenaga kerja per hari adalah Rp100.000. artinya, buat satu kali penyiangan pemilik kebun wajib mengeluarkan biaya Rp2 juta.
apabila pada satu periode dilakukan tiga kali penyiangan, jumlah porto yang diperlukan dalam satu trend atau setahun adalah Rp12 juta per tahun. ad interim itu, kapital awal yg perlu dikeluarkan waktu memakai mulsa hanya sebesar Rp6,lima juta per hektare. porto tadi telah termasuk pemasangan mulsa per rol.
Porang sejatinya membutuhkan media tanam yang lembap namun tidak tergenang. jika kondisi tanah sehat, tumbuhan bisa tumbuh lebih baik. Petani pada Kecamatan Samboja konfiden tanaman bisa tumbuh baik dan produksi optimal menggunakan memakai mulsa.
sementara itu, petani lain di Balikpapan, Kalimantan Timur, memanfaatkan ilalang pada kurang lebih kebun menjadi mulsa alami. Ilalang tadi dihasilkan berasal lebih kurang kebun yang dibiarkan tumbuh liar. porto awal pemasangan ilalang pula cukup besar , tetapi mulsa ilalang tersebut pula berhasil memangkas porto penyiangan gulma. Selain ilalang, jerami pula mampu digunakan menjadi mulsa alami. Sayangnya, mulsa dari ilalang mempunyai kelemahan sebab tak bisa menutupi samping bedengan sehingga tanah rentan tergerus aliran air. Ilalang pula tidak menutup semua permukaan bedengan sehingga masih terdapat celah yang bisa ditumbuhi gulma.

