
Poskod on 26 Juni 2023 – Dr. Ir. Zulhery Noer., M.P dekan FP-UMA membuka acara kuliah umum di Gedung Auditorium Hj. Siti MarianiĀ Harahap UMA, Medan dalam kata sambutannya bahwa mahasiswa dituntut berbeda dengan mahasiswa/i di tahun-tahun sebelumnya. Mahasiswa/i harus berusaha lasak untuk mencari perubahan-perubahan yang bersifat menambah ketrampilan mahasiswa/i salah satu diantaranya adalah mahasiswa harus mampu memanfaatkan para praktisi diantaranya PT. Hijau Surya Biotechindo. Produsen kultur jaringan yakni pengadaan perbanyakan tanaman lewat media botol mempunyai peluang agribisnis dan prospek masa depan.Ā Sebab Jika tidak mempunyai ketrampilan para sarjana tidak akan dapat bersaing di pasar dunia kerja untuk itu melalui kuliah umum bisa memberi inspirasi terhadap pengembangan bisnis kultur jaringan

Selanjutnya Ir. Gustami Harahap., MP sebagai moderator dan inisiator kuliah umum mengatakan bahwa dengan mempelajari ilmu usahatani dapat saja menjadikan mahasiswa/i sebagai wirausaha bibit tanaman yang disebut dengan penangkar bibit. Pemanfaatan kerja sama produsen bibit kultur jaringan seperti PT. Hijau Surya Biotechindo ini di harapkan dapat ditindaklanjuti oleh mahasiswa/i agribisnis FP-UMA. sehingga pengadaan bibit di masing-masing kabupaten/kota tempat asal usul mahasiswa/i FP-UMA t etap tersedia.Ā Kondisi ini memberi pengaruh terhadap keanekaragaman bibit untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga petani, pemerintah dan swasta guna untuk penghijauan (reboisasi) maupun terhadap peningkatan penerimaan (revenue) serta pendapatan mahasiswa/i Ā sebagai produsen penangkar bibit kultur jaringan yang profesioanal.

Fitri Wulan Suci, SP Pemateri supervisor marketing dari PT. Hijau Surya Biotechindo Ā mengatakan bahwa sektor pertanian itu memerlulkan lima syarat : (1) kumpulan data-data (big data), (2) Sumberdaya manusia yang berkualitas, (3) mekanisasi dan teknologi yang presisi, (4) pertanian yang berkelanjutan dan (5) pertanian regenerative yakni pertanian yang membangun kembali tersedia bibit dalam kuantitas, kualitas dan kontinuitas.Ā Penerapan bibit kultur jaringan di lingkungan petani sangat diperlukan. Oleh karena itu edukasi menanam komoditas pisang kultur jaringan mempunyai keunggulan Ā dibandingkan dengan perbanyakan bibit secara konvensionalĀ (1) bibit yang dihasilkan akan sama dengan induknya, (2) bibit akan terjaga sepanjang waktu, tanpa harus menungguĀ musim berubah (3) bibit dapat dilakukan dengan cepat dalam skala banyak, (4) Kontinuitas ketersediaan bibit akan terjaga sepanjang waktu.Ā Sosialisasi menanam bibit kultur jaringan terus menerus di sampaikan dan di praktekan di lingkungan petani.Ā Selain itu Ā PT. Hijau Surya Biotechindo melakukan kebijakan perpanjangan tangan pemasaran bibit kultur jaringan (re-seller) Ā kepada mahasiswa/i Ā dengan selisih harga yang begitu besar, yakni bibit pisang kepok @ Rp 7.000 per polybag dengan harga pasaran @ Rp 13.500 per polybag.Ā KondisiĀ kerjasamaĀ dengan stakeholders ini menunjukkan peluang agribisnis yang berkelanjutan.


