Dosen dan mahasiswa Universitas Medan Area (UMA) turut ambil bagian dalam kegiatan penanaman sejuta bibit pohon matoa di Kelurahan Simalingkar B, Medan, dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia. Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas perguruan tinggi dan lembaga, digagas oleh Kementerian Pertanian.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesadaran akan pentingnya konservasi lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam di Sumatera Utara. Sesuai arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mahasiswa diharapkan menjadi motor penggerak pertanian modern di masa depan melalui penguasaan teknologi dan inovasi pertanian.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan pentingnya membentuk karakter, keterampilan, dan ketangguhan mahasiswa sebagai calon petani milenial profesional.
Tak hanya sekadar penanaman pohon, kegiatan ini juga diisi dengan peluncuran dan pembagian buku pedoman teknis Kesesuaian Tanaman dan Konservasi pada Lahan Kritis karya Prof. Abdul Rauf dan Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara (USU), yang diterbitkan oleh USAID Regional Sumatera Utara.

Kegiatan besar ini melibatkan berbagai institusi pendidikan seperti Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Teknologi dan Sains Indonesia (ITSI), Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Universitas HKBP Nomensen, Institut Kesehatan Medan, Universitas Medan Area (UMA), Institut Kesehatan (Inkes), Pondok Pesantren Usman bin Asan, Universitas Hamirhamjah, serta Forum Silaturahmi Badan Kemakmuran Masjid Indonesia (Fosil BKMI), dan masyarakat setempat.

Partisipasi dosen dan mahasiswa UMA dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Medan Area dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan membentuk generasi muda yang peduli lingkungan, berilmu, dan berdaya saing global.

