Penggunaan rumah kaca yang paling umum adalah untuk produksi tanaman hortikultura, yaitu tanaman herba, daun, umbi, umbi atau sayuran buah. Ini karena produksi dalam kondisi lingkungan yang terkendali berkontribusi pada peningkatan produksi tanaman.
Mereka juga banyak digunakan untuk produksi tanaman dari semua jenis tanaman hortikultura di persemaian, karena kondisi lingkungan untuk perkecambahan harus dikontrol dan dijamin dalam kisaran nilai yang bergantung pada masing-masing spesies. Saat ini tanaman hortikultura yang diproduksi di rumah kaca di Mediterania adalah: Tomat. Lada. Timun Jepang. Blewah. Timun. Stroberi. Kacang. Bergantung pada garis lintang tempat kita berada, kita juga bisa menemukan rumah kaca untuk jenis sayuran lain seperti: Selada. Kubis. Kol bunga. Brokoli. Kacang. Daun bayi. Perkembangan teknologi pertanian telah menyebabkan masuknya sistem produksi yang meningkatkan hasil panen seperti irigasi hidroponik. Beberapa teknik yang harus disorot adalah: Sistem tanpa lantai pada dukungan yang ditangguhkan: Merupakan suatu teknik budidaya hidroponik yang terdiri dari penanaman dalam kantong plastik dengan substrat inert yang berfungsi sebagai penyangga akar, yang dipasang dengan sistem pendukung yang digantungkan pada jaringan rumah kaca. Budaya piramida: Merupakan sistem produksi dengan irigasi hidroponik dimana kultur diatur dalam wadah sehingga ditempatkan pada struktur piramidal. Budidaya meja: Hal itu dilakukan di atas meja agar budidaya hidroponik murni dapat dilakukan dengan menggunakan baki apung atau budidaya di atas substrat langsung di atas meja atau melalui wadah.


