Tidak dimungkiri bahwa gejala geografi dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pada sektor pertanian. salah satu tanda-tanda geografi yg berpengaruh di pertanian yakni terjadinya kekeringan dampak isu terkini kering.
Menurut buku Geografi 1 oleh Hartono, gejala geografi di atmosfer dapat mengakibatkan perubahan musim. syarat tadi tidak hanya menyebabkan pertanian mengalami kekeringan ketika trend kering tiba. tetapi pula membentuk para petani mulai memasak lahannya ketika animo penghujan datang.
Lantas, faktor geografis apa saja yang berpengaruh pada pertanian? Simak penjelasannya berikut adalah :
Faktor Geografis
Dari Daldjoeni dalam penelitian berjudul impak Faktor Geografis terhadap Perubahan Produktivitas Jenis Padi pada Kecamatan Delanggu Kabupaten Klaten sang Ika Neta Setyaningrum, faktor geografis adalah keadaan lingkungan fisik yg terdiri asal iklim, topografi, serta asal daya alam dan lingkungan sosial tertentu yg memengaruhi kepribadian individu juga kelompok.
Adapun unsur-unsur lingkungan yang dapat dijadikan pembeda faktor geografis antara satu wilayah menggunakan wilayah lainnya antara lain:
1. Unsur-unsur fisik, mencakup cuaca, iklim, relief, tanah, mineral, air tanah, samudra, dan sebagainya.
2. Unsur-unsur biotik, mencakup tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme.
3. Unsur-unsur teknis, meliputi gedung, jaringan jalan, alat transportasi, dan komunikasi.
4. Unsur-unsur tak berbentuk, meliputi bentuk, luas daerah, lokasi tempat, serta jarak antar-tempat.
Faktor Geografis yang Memengaruhi Pertanian
Merujuk pada sumber yg sama di atas, faktor-faktor geografis yg memengaruhi pertanian antara lain:
1. Air
Air mempunyai peranan krusial bagi kehidupan, termasuk bagi sektor pertanian. karena, air berperan sebagai pelarut zat nutrisi, pembentuk gula dan pati, serta media buat membuatkan unsur hara dalam tumbuhan.
Kebutuhan air pada lahan sawah padi tergolong tinggi dibandingkan saat ditanami jenis tumbuhan pertanian lainnya. oleh karena itu, ketersediaan air krusial untuk diperhatikan guna menjaga produktivitas pertanian.
2. Cuaca
Faktor geografis lainnya yg memengaruhi pertanian, yakni cuaca. menurut Setyaningrum, cuaca merupakan komponen ekosistem serta faktor produksi yang bersifat dinamis serta sulit dikendalikan sang kehendak manusia. Cuaca diukur sesuai suhu serta curah hujan.
tumbuhan padi cenderung membutuhkan suhu udara tinggi serta intensitas cahaya lebih banyak. Inilah mengapa tumbuhan padi lebih cocok buat ditanam pada negara beriklim tropis.
3. Tanah
Tanah pula memegang peranan penting bagi sebuah tanaman. Selain memberi unsur hara sekaligus menjadi media perakaran, tanah juga berfungsi buat menampung air, menyediakan udara buat respirasi akar, serta menumpu tanaman.
Tanah yg fertile ialah tanah dengan kandungan unsur hara baik. dalam artian, bisa menyampaikan ekuilibrium yg tepat dan lingkungan yg sinkron buat pertumbuhan tumbuhan.
Berdasarkan Setyaningrum, pemahaman fungsi tanah menjadi media tumbuh dimulai semenjak peradaban manusia mulai melakukan aktivitas bercocok tanam.
Itulah beberapa faktor geografis yang memengaruhi pertanian. Selain faktor alam, lingkungan pula mensugesti taraf produktivitas di sektor pertanian.

