Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo, melaksanakan panen sekaligus hilirisasi kacang tanah di Desa Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Senin (10/1). Kacang tanah sebagai produk lokal dianggap mempunyai nilai ekonomi strategis buat menembus pasar ekspor.
Sragen memiliki luas panen kacang tanah seluas tiga.232 hektare yg beredar pada 12 kecamatan. dengan produktivitas mencapai 4,5 ton per hektare, total produksi kacang tanah dalam setahun mencapai 14.544 ton. Kacang tanah menjadi komoditas terbesar keempat pada Sragen setelah padi, jagung serta tebu.
Mentan berkata, Sragen adalah salah satu wilayah andalan di Indonesia buat percepatan pertanian. dia berharap Sragen menjadi daerah percontohan budi daya kacang tanah hingga hilirisasinya.
dia menegaskan, Kementan beserta Pemerintah Daerah bakal berupaya meningkatkan produksi kacang tanah dan memastikan jaminan harganya. galat satunya caranya menggunakan menggandeng penyalur (off taker) buat mempertemukan pasar menggunakan petani sebagai akibatnya sama-sama mendapat keuntungan.
“Ini bagian reguler maksimum, kita booster. Mempertemukan mengkorporasi petani asal hulu, hilirnya kita asitensi hingga pengawalan di tingkat off taker atau market-nya disiapkan,” kata Mentan kepada wartawan seusai acara.
Syahrul menyatakan, budi daya kacang tanah perlu dikembangkan melalui konsep integrasi pertanian. tidak hanya memproduksi kacang tanah, namun juga mendorong peningkatan produksi komoditas lainnya. sebagai akibatnya, dapat menaikkan pendapatan petani dengan memanfaatkan potensi pertanian yang terdapat secara optimal.
“Kita akan terapkan teknologi, petani tidak hanya menanam kacang tapi juga mampu disisipkan tumbuhan kedelai dan jagung serta lainnya. Akan panen bergantian dalam satu hamparan sebagai akibatnya kemacetan kegiatan perekonomian rakyat bisa kita perkecil,” jelasnya.
Bupati Sragen, Kusdinar untung Yuni Sukowati, berkata, Sragen artinya lumbung padi nasional. pada 2021, produksi padi pada Sragen menempati urutan ketiga se-Jawa Tengah dengan jumlah produksi gabah kemarau giling mencapai 736 ton. Selain padi, Sragen mempunyai komoditas lain yakni, jagung, kacang tanah dan tebu, serta berkembang komoditas perkebunan seperti anggur, melon serta klengkeng yang dimotori petani milenial.
beliau menyebut, Pemkab Sragen pun tengah mendorong pengembangan komoditas kawasan kacang tanah dengan sasaran penambahan luas panen sebesar 1.000 hektare di 2022. di 2021 luas panen kacang tanah sebanyak tiga.232 hektare dan pengembangan di 2022 sebagai 4.390 hektare.
“Penambahan huma menjadi pekerjaan rumah kami. Tambahannya tak hanya 1.000 hektare barangkali bisa sampai aporisma 10 ribu. aku perlu waktu buat mampu merumuskan itu semua,” katanya kepada wartawan.
di aktivitas itu, Mentan jua menyerahkan donasi pertanian kepada para petani pada Sragen, di antaranya indera mesin pertanian, benih padi, jagung, kedelai, porang serta kacang tanah.

