Mahasiswa/i Universitas Medan Area Program Studi Agribisnis mengikuti Perkuliahan Umum yang di selenggarakan oleh Program Pascasarjana Program Studi Magister Agribisnis pada Selasa, 30 Oktober 2018 di Gedung Pascasarjana Jl. Setia Budi No. 79 B.
Perkuliahan umum ini bertema tentang “Vietnam-Indonesia Potential Partnership For Mutual Development Within ASEAN Community” dengan Guest Lecturer Prof. Ho Ngoc Phuong dari University Of Economic Ho Chi Minh City, Vietnam.
Pengelolaan pertanian di Vietnam sudah menjadi agroindustri. Kebijakan Pemerintah Vietnam terhadap pembangunan pertanian senantiasa terfokus sehingga pertanian bisa menjadi basic atau penyangga perekonomian nasional. Mulai dari pengadaan pupuk, pembangunan infrastruktur seperti irigasi, proteksi hasil pertanian hingga memperhatikan nasib petani dan lainnya sangat diperhatikan pemerintah atau singkat kata kebijakan dari hulu hingga ke hilir terselenggara secara konsisten.
Pemerintah Vietnam lebih terfokus mengatasi berbagai persoalan pertanian di negerinya. Hasilnya, pertanian tumbuh pesat dan nama Vietnam menjadi salah satu negara penghasil beras yang sangat diperhitungkan dalam dunia perdagangan internasional. Dan dalam pembahasan Guest Lecturer Prof. Ho Ngoc Phuong Vietnam mampu mengeksport beras ke Indonesia dengan luas lahan sekitar 333.00 km2 dibandingkan negara Indonesia yang luasnya lebih dari vietnam sekitar 10 kali lipat. Itu sebagai pembanding, bagaimana pemerintah Indonesia bisa mencontoh pola pembangunan pertanian di negara yang sebenarnya terbilang kalah pengalaman dari segala hal dibandingkan Indonesia.
Di balik pembahasan tentang Pemasaran Agribisnis, Guest Lecturer Prof. Ho Ngoc Phuong juga membahas tentang sisi Politik Negara Vietnam bahwa pada tanggal 02 September 1945, Presiden Vietnam, Ho Chi Minh membacakan Proklamasi Kemerdekaan untuk menegaskan bahwa Negara Vietnam berhak menikmati kebebasan dan kemerdekaan dan benar-benar menjadi sebuah negara yang bebas dan merdeka. Dan Negara – negara yang menjajah Vietnam seperti Prancis dan Amerika tetapi Vietnam tetap kuat mengusir penjajah.


