BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Soppeng memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan pada petani melalui inovasi Sistem perlindungan Petani Soppeng Maju dan Sejahtera (Sutsoma). penemuan tadi adalah upaya berasal Pemkab Soppeng serta BPJamsostek buat membentuk pencerahan rakyat yang secara umum dikuasai berprofesi menjadi petani, terkait pentingnya memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan.
Secara simbolis, acara tersebut dicanangkan sang Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Direktur Kepesertaan BPJamsostek, Zainudin, dan Bupati Soppeng Kaswadi Razak pada Desa Pising, Rabu(29/12/2021).
Terobosan Pemkab Soppeng ini sejalan menggunakan majemuk inisiatif yang telah dilakukan Kementerian Pertanian dalam mengimplementasikan amanat Instruksi Presiden angka dua Tahun 2021, antara lain dengan menerbitkan Peraturan Menteri nomor 39 Tahun 2021 perihal jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Penyuluh Pertanian dan Pendamping acara Pertanian.
Selain itu, Kementan beserta Kemenkop UKM telah membentuk Surat Edaran wacana kewajiban kepesertaan aktif bagi seluruh anggota Koperasi Pertanian. Jumlah total petani pada Indonesia yg mencapai 12,98 juta, baru lebih kurang dua.69% atau 348.777 orang yang aktif terlindungi program agunan Sosial Ketenagakerjaan.
dalam sambutannya, Mentan mengajak semua petani jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan buat mendapatan perlindungan dari risiko kecelakaan kerja serta kematian.
“Mengingat manfaat yg didapat berasal keikutsertaan petani dalam program agunan sosial ketenagakerjaan baik bagi petani sendiri juga bagi anggota keluargahttp://pertanian.uma.ac.id atau ahli waris yang berupa santunan serta beasiswa perlu kiranya aku mengajak para petani buat menjadi peserta aktif di program agunan sosial ketenagakerjaan,” tandas Syahrul.
di kesempatan yg sama diserahkan jua kartu kepesertaan BPJamsostek pada 3 orang perwakilan petani serta manfaat acara agunan Sosial Ketenagakerjaan kepada tiga pakar waris pekerja pada sektor pertanian yang tewas dunia.
Hal tadi ialah bukti beragam kemudahan yang diberikan BPJamsostek kepada masyarakat pekerja di daerah Kabupaten Soppeng, yaitu kemudahan mendapatkan informasi acara, kemudahan daftar dan bayar, serta kemudahan pada klaim manfaat jamsostek.
“inovasi yg dibuat oleh Pemkab Soppeng ini artinya model baik, serta saya berharap mampu menjadi ilham buat wilayah-wilayah lain buat menyampaikan proteksi bagi pekerja rentan di daerahnya masing-masing. saya pula mengapresiasi dukungan yang sudah diberikan Kementerian Pertanian dalam mendorong optimalisasi aplikasi acara agunan sosial ketenagakerjaan,” kentara Zainudin.
Zainudin juga mengimbau pekerja di sektor Bukan Penerima Upah lainnya buat mendaftarkan diri menjadi peserta BPJamsostek, sebab iuran yg dibayarkan sangat terjangkau, mulai asal Rp16.800 per bulan buat perlindungan 2 progam yang terdiri dari jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) serta jaminan Kematian (JKM). Peserta jua dapat mengikuti acara agunan Hari Tua (JHT) dengan menambah iuran mulai berasal Rp20.000 per bulannya.
Proses daftar dan bayar jua sangat mudah karena BPJamsostek telah menjalin kerjasama menggunakan Pos Indonesia, sebagai akibatnya semua prosesnya dapat dilakukan di kantor pos terdekat. Selain itu pendaftaran dapat dilakukan pula melalui website BPJamsostek menggunakan banyak sekali pilihan metode pembayaran instant mirip QRIS, Go-Pay serta Shopee Pay serta lainnya.
dengan iuran yg sangat terjangkau tersebut, manfaat proteksi yg akan didapatkan sempurna, mulai asal perawatan tanpa batas porto sinkron pertanda medis sampai sembuh bagi peserta yg mengalami kecelakaan kerja.
jika dalam masa pemulihan, peserta tidak dapat bekerja untuk sementara ketika, BPJamsostek juga akan menyampaikan santunan ad interim tidak mampu Bekerja (STMB) sebesar 100% upah yang dilaporkan selama 12 bulan pertama dan 50% buat bulan selanjutnya hingga sembuh.
BPJS..
Selain itu, Bila peserta tewas global sebab kecelakaan kerja, maka ahli waris berhak mendapatkan santunan JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan. Sedangkan Bila mangkat dunia bukan sebab kecelakaan kerja, maka santunan yg akan diterima merupakan sebanyak Rp42 juta.
Selain itu dua orang anak dari peserta jua akan menerima beasiswa berasal jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi aporisma sebesar Rp174 Juta. “Semoga melalui sinergi serta kolaborasi yang dilakukan BPJamsostek dengan banyak sekali pihak, dapat menaikkan coverage kepesertaan petani yg terlindungi proteksi agunan Sosial sehingga bisa meningkatkan produktivitas pertanian,” pungkas Zainudin.

