Balai Karantina Pertanian Makassar terus mengakselerasi acara gerakan 3 kali ekspor (Gratieks).
Gratieks merupakan acara Kementerian Pertanian yg digagas Mentan Syahrul.
Tujuannya, menyatukan kekuatan semua pemegang kepentingan pembangunan pertanian berasal hulu sampai hilir.
Gerakan ini diharapkan bisa menaikkan ekspor komoditas pertanian dengan cara yg tidak biasa.
dalam rangka mewujudkan program tersebut, Balai Karantina Makassar melakukan silaturahmi ke sejumlah Entitas Pelabuhan di lingkungan Pelabuhan laut Soekarno-Hatta Makassar.
diantaranya tempat kerja Syahbandar ,Otoritas Pelabuhan utama Makassar, Pelindo, kantor pengawasan dan Pelayanan Bea serta Cukai Makassar serta PT.Terminal bandela Makassar.
ketua Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir tiba menggunakan didampingi Para Pejabat Lingkup Karantina Pertanian Makassar.
“Kami pula sekalian mengucapkan terimkasih karena terhadap Entitas Pelabuhan atas dukungannya pada pelaksanaan Gebyar Ekspor tutup tahun 2021 yang telah terealisasi menggunakan baik dan sukses,” ucap Lutfie Natsir, Rabu (5/1/2022).
Diketahui, Menteri Pertanian Republik Indonesia melepas ekspor senilai Rp14,4 triliun pada 31 Desember 2021 kemudian.
divestasi ekspor ini dihadiri sang kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
pelepasan ekspor tadi bertajuk Gebyar of Ekspor Pertanian yang dilakukan di 34 provinsi.
Volumenya mencapai 1,tiga juta ton, senilai Rp 14,4 triliun ke 124 negara.
kegiatan yg mengangkat tema “Ekspor andal, Indonesia Tumbuh”.
“Ini mengambarkan tidak ada wilayah yg tidak melakukan ekspor,” ucap Syahrul Yasin Limpo, Jumat (31/12/2021).
Sukses meningkatan eskpor Indonesia ditengah dampak pandemi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo akan wujudkan ekspor 3 kali lipat berasal ini.
SYL menegaskan sektor pertanian pada dua tahun terakhir ini yakni masa pandemi covid 19 menjadi penyangga primer pertumbuhan ekonomi nasional.
Pasalnya, sesuai data BPS, hanya PDB pada sektor pertanian yg pertumbuhannya tumbuh positif di triwulan II 2020 yakni 16,4 %.
sementara sektor lainnya mengalami kontraksi. “kemudian nilai ekspor pertanian Januari-Desember 2021 sebesar Rp 451,77 triliun naik menjadi 15,79 % dibanding 2019 yg hanya Rp 390,19 triliun,” ujarnya. (*)

