Kementerian Pertanian mengajak para petani di Kabupaten Bojonegoro buat mengantisipasi gagal panen dengan memanfaatkan asuransi pertanian, atau Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan petani harus memanfaatkan program ini.“AUTP ialah acara yg akan membantu petani terhindar berasal kerugian ketika terjadi gagal panen. program ini sangat dibutuhkan. Apalagi pada waktu cuaca yg sedang tidak menentu. Petani harus memastikan produktivitas tidak terganggu,” ujarnya.
Dirjen Prasarana serta wahana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil, mengemukakan pernyataan serupa.“ada sejumlah keuntungan bagi petani menggunakan mendaftarkan lahannya pada iuran pertanggungan. sebab, Jika terjadi gagal panen, mereka mampu mengajukan klaim buat tanam balik . menggunakan demikian produksi pertanian mampu terus berlangsung. Selain itu, petani akan terhindari dari kerugian,” katanya.
Ali menambahkan, proses mengikuti asuransi pertanian tidak sulit. Apalagi poly wilayah yang mendukung acara ini buat memastikan produksi pertanian tidak berhenti. keliru satunya Kabupaten Bojonegoro.Pemkab Bojonegoro, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), sudah menyiapkan iuran pertanggungan gagal panen khusus bagi petani padi.
ketua DKPP Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth, mengatakan Pemkab sudah menyiapkan iuran pertanggungan gagal panen yg didanai oleh Pemkab Bojonegoro. iuran pertanggungan tersebut diperuntukkan bagi petani pemegang KPM yg telah mendaftar AUTP melalui Korluh pertanian masing-masing.
Helmy menyebutkan, AUTP ialah program asuransi yang ditujukan buat para petani padi, baik pemilik maupun penggarap menggunakan menyampaikan kepastian jaminan modal biaya produksi buat pertanaman berikutnya. Risiko yang dijamin dalam AUTP mencakup banjir, kekeringan, agresi hama dan OPT (Organisme Pengganggu tumbuhan) serta penyakit pada tanaman padi. “Bagi pemegang KPM yg sudah terdaftar menjadi peserta AUTP, bila lahannya mengalami gagal panen berhak mengajukan klaim sebanyak Rp 6 juta per hektare,” ungkapnya.(*)

