Tanah Yang Sakit – Banyak ditemukan kasus tanah yang dahulu fertile kini sakit sehingga tidak bisa digunakan buat bertanam. Akibatnya, tanah yg sakit dibiarkan begitu saja menjadi hamparan tanah kosong yang tidak produktif. banyak petani yg kebingungan kenapa hal tersebut mampu terjadi, padahal semasa produktif petani kerap menyampaikan pemupukan intensif.
Tanah yang sakit mirip ‘tanah lapar’, seberapa banyak pupuk anorganik yang diberikan, tanah tidak akan kembali subur. galat satu penyebabnya merupakan pemberian pupuk kimia anorganik yang diberikan secara hiperbola serta terus-menerus tanpa mempertimbangkan pemugaran sifat kimia, fisika, serta hayati tanah.
Pupuk nitrogen yang selama ini diklaim menjadi kebutuhan primer tanaman dapat membentuk senyawa amonia dan nitrit Bila diberikan secara hiperbola. kedua senyawa tersebut beracun dan bersifat asam. Perakaran tanaman bisa teracuni sehingga mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat. Kadang, petani yang kurang mengerti akan terus menambahkan pupuk saat tumbuhan telah memberikan frekuwensi sakit.
Penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus jua dapat mengakibatkan tanah menjadi padat dan membunuh mikrooganisme dan makroorganisme yang berperan menghasilkan pori-pori tanah.
Pengerasan tanah mampu dicegah menggunakan anugerah bahan organik, yakni menggunakan mengembalikan residu panen ke lahan, penambahan pupuk kandang, atau memberikan kompos. menurut para ahli, dosis minimal bahan organik merupakan 10 ton per tahun. Asumsinya, kesuburan tanah terjaga menggunakan bahan organik pada lapisan atas paling sedikit.
Bahan organik yg diberikan ke tanah akan meremahkan kondisi tanah sehingga strukturnya lebih gembur.
pada tanah yg sakit, kondisi mikroorganisme baik cenderung minim. hadiah bahan organik tak hanya bermanfaat buat memperbaiki struktur tanah, tapi pula mampu menyediakan makanan bagi mikroorganisme yg semakin berkurang. Pupuk hayati adalah keliru satu alternatif untuk memperbaiki kerusakan biologi tanah. Pasalnya, pupuk ini mengandung beragam mikroba yg berguna buat tumbuhan dan tanah. Mikroba yg terdapat di dalam tanah berfungsi menjadi penambat nitrogen asal udara dan melarutkan residu fosfat serta kalium pada tanah. terdapat beberapa pupuk hayati yg menyediakan mikroba penghasil fitohormon sekaligus pengendali mikroorganisme pathogen penyebab penyakit tanaman.

