Medan – Fakultas Pertanian Universitas Medan Area (UMA) telah sukses menggelar Lomba Video Kreatif Media Sosial, yang diikuti oleh mahasiswa dengan antusias dan semangat tinggi. Lomba ini mengusung tema modernisasi pertanian dan bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar kreatif dalam mempromosikan pertanian melalui media digital. Hadiah jutaan rupiah diberikan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas karya dan ide-ide inspiratif yang dihasilkan.
Acara penyerahan hadiah dilaksanakan secara langsung dan dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian UMA, Dr. Siswa Panjang Hernosa, SP., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi, serta mengucapkan selamat kepada para pemenang. Ia juga berharap kegiatan ini menjadi ajang pengembangan diri mahasiswa dalam bidang komunikasi visual dan digital marketing pertanian.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ibu Zahraturrahmi, SP., M.Sc. dan Ibu Dr. Tennisya Febriyanti Suardi, SP., MP. yang juga memberikan apresiasi dan harapan agar pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan akademik dan profesional para mahasiswa.
Juara 3, Evi Storia Damanik, mengungkapkan bahwa proses pembuatan video penuh tantangan dan sempat membuatnya ingin menyerah. Namun, dukungan dari teman-teman membuatnya mampu menyelesaikan video sesuai kriteria yang ditetapkan. Ide video sebagian besar berasal dari inisiatif pribadi, dan dibantu dengan referensi dari beberapa kreator konten di media sosial.

Juara 2, Gold Meri Samisara Sinaga, menceritakan proses kreatifnya dalam membuat video bertema modernisasi pertanian. Terinspirasi dari poster lomba, ia menggabungkan footage drone, traktor, dan narasi menarik dengan bantuan template video. Meskipun belum terbiasa membuat vlog, ia tetap semangat karena menganggap video kreatif sebagai media penting untuk memotivasi kemajuan pertanian di Indonesia.
Juara 1, Devita Salsabila Pinem, tertarik mengikuti lomba setelah melihat poster karena memiliki minat dan pengalaman di bidang pembuatan video. Berbekal aplikasi CapCut dan pengalaman dari program Wirausaha Merdeka, ia membuat video secara mandiri, memanfaatkan lokasi kebun stroberi saat liburan dan bantuan drone dari temannya. Video tersebut dikombinasikan dengan footage kampus untuk menunjukkan bahwa pertanian itu modern, menjanjikan, bahkan bisa menjadi destinasi wisata edukatif. Ia ingin melawan stigma bahwa pertanian itu kuno, dan justru menunjukkan bahwa pertanian memiliki masa depan cerah.
Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa mahasiswa Fakultas Pertanian UMA memiliki potensi besar dalam mengembangkan pertanian melalui kreativitas dan teknologi.



