Meningkatkan Mutu Pendidikan Vokasi Pertanian – Sejumlah energi Pendidik (Tendik) Politeknik Pembangunan (Polbangtan) Pertanian Yogyakarta Magelang asal acara Studi Agribisnis Hortikultura (AH) sambangi PT. Momenta Agrikultura pada Lembang, Bandung, Jawa Barat. kegiatan ini dilaksanakan pada rangka magang guna menaikkan kompetensi diri yg dilakukan selama selama tiga hari penuh.
Peningkatan kapasitas Tendik ini merupakan salah satu upaya guna menaikkan kualitas mutu pendidikan vokasi. mirip yg dituturkan sang Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, bahwa pendidikan vokasi mempunyai peran penting pada membentuk petani milenial.
“Melalui pendidikan vokasi kita menghubungkan menggunakan industri-industri agar lulusannya sesuai menggunakan kebutuhan serta siap buat hal-hal baru. sang sebab itu dukungan sdm energi pendidik serta sarana pra wahana pendidikan juga harus punya kualitas tinggi,” ujar SYL.
sementara Dedi Nursyamsi, kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan sdm Pertanian (BPPSDMP) dalam aneka macam kesempatan selalu menyampaikan bahwa pada menjalankan tugas utamanya menjadi pendidik di forum pendidikan vokasi pertanian harus senantiasa menaikkan kompetensinya.
“Tugas primer Pegawai lingkup pusat Pendidikan Pertanian yaitu mencetak qulified job seeker serta qualified job creator, wajib bisa menanamkan pemahaman perihal transformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern yg membuat uang pada para petani milenial. Terus berinovasi serta tingkatkan kapasitas diri,” pesan Dedi.
Peserta kegiatan magang yang terdiri asal Dosen, Petugas Laboratorium Pendidikan (PLP), dan Pengelola Teaching Factory (TEFA) ini disambut eksklusif oleh Dedy Suhariyanto selaku General Manager Produksi PT. Momenta Agrikultura. di kesempatan tersebut para peserta diajak berkeliling area perusahaan guna melihat langsung pengelolaan usaha hortikultura yg sudah digeluti perusahaan ini sejak 24 tahun silam.
“PT Momenta Agrikultura ini sudah berdiri semenjak 1998 silam serta artinya perusaan pertama yang menggunakan greenhouse secara komersial buat menanam sayur menggunakan teknologi aeroponik dan Nutrient Film Technique (NFT). Ini jua galat perusahaan yang berhasil melewati krisis moneter tahun 98 serta menandakan bahwa bisnis pertanian adalah usaha yang tahan terhadap resesi ekonomi,” klaim Dedi waktu menyambut para peserta magang.
Selama kurun saat 3 hari tersebut, para tendik ini menyelidiki proses usaha hortikultura mulai dari prosedur penyiapan greenhouse, pembibitan, nursery, produksi, panen, pasca panen, sampai teknik marketing.
Meningkatkan Mutu Pendidikan Vokasi Pertanian
“target pasar kami merupakan segmen premium, oleh sebab itu kualitas menjadi kunci dari usaha kami. seluruh aktivitas dilakukan menggunakan SOP yg ketat. Mulai berasal persiapan huma, sampai produk sampai di tangan konsumen kami jamin kualitasnya tidak berubah,” ujar Dedi.
Diakui Rika Nalinda, selaku ketua program Studi AH, Perusahaan yg sekarang sudah mempunyai merek dagang paten “Amazing Farm” ini memang sudah menjadi incaran dirinya untuk dijadikan lokasi magang para tendik. Pasalnya perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan bidang hortikultura yang tidak diragukan lagi sepak terjangnya.
“Produk-produk hortikultura berkualitas dari sini seperti aneka sayuran premium, terdapat zucchini, kabocha, baby romaine, salanova, beef tomato, rosemary, thyme, hingga berbagai jenis edible flower yg dipergunakan buat garnish oleh aneka macam café serta hotel baik di dalam dan luar negeri didapatkan berasal green hosuse yg ada di sini. Kami ingin mengulik lebih jauh bagaimana mereka mengelola bisnisnya sampai sesukses sekarang ini,” istilah Rika. Selain pada pasok ke pasar swalayan, hotel, serta café, produk-produk Amazing farm ini juga diekspor sampai Singapur dan Brunei. Rika menyambung bahwa setelah kegiatan magang ini pihaknya akan menindaklanjuti menggunakan mereplikasi sistem yg terdapat ke model pembelajaran Teaching Factory yg ada di Polbangtan YoMa.

